SEKILAS INFO

     » Selamat Datang Di Situs Resmi Sekretariat DPRD Kabupaten Madiun
Kamis, 25 Juni 2015 - 11:15:46 WIB
PAD dari Sektor Wisata

Diposting oleh : Sekretariat DPRD
Kategori: umum - Dibaca: 521 kali

Pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan tidak terlepas dari peran serta daerah dalam turut mewujudkan tujuan pembangunan daerah secara utuh dan terpadu. Untuk itu melalui Otonomi Daerah, masing-masing daerah diberi kewenangan untuk mengatur wilayahnya sendiri sehingga diharapkan mempunyai kemampuan untuk menyediakan dan menggali potensi yang ada dan dapat dijadikan sumber keuangan.

Salah satu upaya yang menjadi primadona saat ini adalah pengembangan sektor pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata menjadi suatu industri diharapkan mampu meningkatkan sumbangan Pendapatan Asli Daerah, mengingat pentingnya Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber dari pembiayaan bagi pembangunan daerah di samping dana dari Pemerintah Pusat.

Di kabupaten Madiun, Pariwisata yang dikembangkan sebagian besar merupakan wisata Alam. saat ini terdapat sekitar 38 objek wisata, yang 5 diantaranya masih merupakan potensi yang belum dikembangkan.

Beberapa objek wisata di Kabupaten Madiun yang telah dikenal di tingkat regional maupun nasional diantaranya Waduk Widas, Grape/Kresek, Air Terjun Seweru, Monumen Kresek dan Taman Rekreasi Umbul (Madiun Umbul Square). Objek-Objek wisata tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan yang optimal sehingga dapat meningkatkan PAD Kabupaten Madiun.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun, kontribusi PAD yang diterima dari sektor pariwisata ini relatif kecil dibanding target PAD yang ditetapkan. Kita lihat saja, pada tahun 2013 besarnya pendapatan dari retribusi Waduk Widas hanya mencapai Rp. 78,7 Juta rupiah bahkan mengalami penurunan pada tahun 2014 yang hanya sebesar Rp. 78,3 Juta rupiah. Sedangkan retribusi yang diterima dari Monumen Kresek, meski kecil, namun mengalami kenaikan dari Rp. 1,5 juta rupiah pada tahun 2013 menjadi Rp. 3,1 juta rupiah pada tahun 2014.

Sementara Taman Wisata Madiun Umbul Square(MUS) yang digadang-gadang akan menjadi pendulang PAD dari sektor pariwisata, pada tahun 2012 menghasilkan PAD sebesar Rp. 114.995.000,- pada tahun 2013 tidak menghasilkan pemasukan sama sekali karena masih dalam proses perbaikan, dan pada tahun 2014 menghasilkan PAD sebesar Rp. 75 juta. Jumlah pemasukan PAD dari sektor pariwisata tersebut relatif sangat kecil dibanding target perolehan PAD yang mencapai Rp. 128,67 milyar.

Terkait objek wisata lain, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun Indra Setyawan mengatakan akan disinergikan dengan program pengembangan kawasan lereng Gunung Wilis. Hal tersebut mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah) dan visi misi daerah, Sub satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) ekowisata dan fungsi lindung Kabupaten Madiun yangmeliputi Kecamatan Kare, Gemarang, serta sebagian Kecamatan Wungu.

Diharapkan, dengan pengembangan tersebut akan berimbas pada meningkatnya PAD dari sector pariwisata yang dimiliki Kabupaten Madiun.(rya)

 

SUMBER : Buletin Aspirasi Edisi II/2015